Polisi Selidiki Kasus Pembuangan Bayi Laki-laki di Selokan

oleh -
Kepolisan saat melakukan evakuasi terhadap jenazah bayi yang dibuang dalam selokan di Setani, Kabupaten Jayapura. Foto: Istimewa

Koranpapua.com, Sentani: Aparat Kepolisian Sektor Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, melakukan penyelidikan kasus temuan jenazah bayi yang dibuang sebab ditemukan di selokan atau drainase, tepatnya di Kompleks Perumahan BTN Matoa, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Kami sudah mulai melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu, dan saat ini baru ada satu orang saksi yang kami periksa. Kami tengah melakukan penyelidikan ini untuk mengungkap siapa pelaku pembuang mayat bayi tersebut,” kata Kapolsek Sentani Kota, Kompol Ruben Palayukan, ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolsek Sentani Kota, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 17 Februari 2021.

Selain itu, kata Kapolsek Sentani Kota, untuk benar-benar mengarah kepada siapa tersangka atau pelaku pembuang mayat bayi itu, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

 

Baca JugaHeboh, Jasad Bayi Ditemukan Di Selokan

 

“Nanti akan kita kembangkan, termasuk memeriksa warga yang ada di sekitar kompleks perumahan BTN Matoa itu,” ujarnya.

Sebelumnya, penemuan mayat bayi di selokan atau drainase menggegerkan warga Kompleks Perumahan BTN Matoa, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Mayat bayi tersebut ditemukan warga bernama Yanto Walela (27), Senin, 15 Februari 2021 sore.

Yanto Walela dan warga mengira mayat bayi tersebut hanya bangkai binatang.

Penemuan mayat bayi itu bermula Yanto Walela hendak mencari pasir di sekitar selokan atau drainase tersebut. Dia turun melalui selokan atau drainase. Saat turun ke selokan itu, dia kaget melihat ada mayat bayi yang awalnya dia pikir hanya bangkai binatang.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi kemudian membawa jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Papua.

“Sanpai saat ini kita baru periksa seorang saksi yang pertama kali melihat kejadian itu,” ungkapnya. (irf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *