Kapolda Papua Kunjungi Sekretariat Kampung Tangguh

oleh -
Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw ketika mengunjungi Sekretariat Posko Kampung Tangguh RM Papeda di Kelurahan Dobonsolo. Foto: koranpapua.com

Koranpapua.com, Sentani: Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Papua serta Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, Rabu, 17 Februari 2021, mengunjungi Sekretariat (Posko) Kampung Tangguh RM Papeda Kelurahan Dobonsolo, yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Tiba di Sekretariat (Posko) Kampung Tangguh RM Papeda di Kelurahan Dobonsolo, Kabupaten Jayapura. Kapolda melihat kondisi sekretariat secara langsung, selain itu juga melihat kebun sayur milik warga setempat yang terletak di Kehiran Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Jadi kami telah menerima arahan selama Rapim TNI/Polri selama tiga hari sejak Senin, 15 Februari 2021 hingga Rabu, 17 Februari 2021 yang langsung disampaikan oleh bapa Presiden, bapa Wakil Presiden, bapa Panglima TNI dan bapa Kapolri. Kemudian dilanjutkan dengan Rapim Polri yang juga disampaikan oleh seluruh pejabat utama Mabes Polri,” kata Waterpauw.

 

Baca Juga“Lorong Coklat” Penuh Senyum dan Sapa

 

“Hari ini kami sebenarnya memang baru merupakan wilayah imbangan, untuk kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang sementara ini difokuskan pada tujuh (7) wilayah yang ada di Pulau Jawa dan Bali, tapi kalau di wilayah-wilayah lain adalah imbangan,” sambungnya.

Mantan Kapolda Sumut itu juga menuturkan, pihaknya juga telah diarahkan oleh Kapolri bahwa dalam 100 hari harus melakukan langkah-langkah riil yang cepat.

“Kami juga sudah diarahkan oleh bapa Kapolri, bahwa dengan kebijakan beliau dalam 100 hari ini, kita juga harus melakukan langkah-langkah cepat. Kemudian langkah-langkah yang riil dan operasional, jadi tidak lagi duduk di belakang kantor lalu hanya memerintahkan kesana-kemari, tapi kita harus turun dan cek-ricek tentang pelaksanaan daripada PPKM mikro ini,” ujarnya.

Selain itu, kata jenderal polisi berbintang dua itu, pelaksanaan PPKM mikro ini bersentuhan langsung dengan wilayah ditingkat bawah seperti RT/RW, kampung-kampung dan juga kelurahan.

“Ini memang sentuhannya langsung wilayah RT/RW, kelurahan-kelurahan maupun desa-desa (kampung). Sehingga itu memerlukan sedikit dorongan semangat dari kami sebagai pimpinan di provinsi ini mewakili semua untuk bagaimana agar keseriusan daripada satuan-satuan tugas kita yang ada ditingkat wilayah. Misalnya di Kelurahan Dobonsolo itu langsung dikomandoi oleh ibu kepala kelurahan, kemudian ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” katanya.

“Mereka inilah yang diharapkan terus melakukan aktivitas kegiatan yang sangat mikro yaitu turun ke RT/RW, untuk menemukan masyarakat yang mungkin terindikasi OTG atau terpapar Covid-19. Sehingga harus ada langkah-langkah atau upaya-upaya yang cepat untuk mengeliminir atau membatasi (barrier) lebih meluasnya virus Corona tersebut,” bebernya.

Ditambahkan, masyarakat juga harus aktif untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Sehingga bersama-sama dengan Pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi covid-19 di Provinsi Papua.

“Bila ada yang sudah terindikasi harus segera di isolasi, baik itu isolasi mandiri maupun yang bersama-sama dan di koordinir oleh ibu lurah seperti di wilayah Kelurahan Dobonsolo ini, atau mungkin langsung di bawah ke rumah sakit, tergantung daripada pemeriksaan tim medis yang juga ada di dalam struktur organisasi PPKM mikro ini,” ujarnya. (irf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *