Sekretaris BPBD: Jalan Ekonomi Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

oleh -
Sekretaris BPBD Kabupaten Jayapura, George Karuwai meninjau langsung lokasi longsoran material yang menutup jalur menuju beberapa kampung yang menghubungkan antara Distrik Ravenirara dengan Distrik Depapre. Foto: koranpapua.com

Koranpapua.com, Sentani: Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura George Karuwai meninjau langsung lokasi longsoran material yang menutup jalur (jalan ekonomi) menuju beberapa kampung yang menghubungkan antara Distrik Ravenirara dan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis, 4 Februari 2021 lalu.

George Karuwai melihat bahwa pembukaan jalur (jalan ekonomi) yang tertutup timbunan material dilakukan secara swadaya masyarakat di Kampung Yongsu Spari Distrik Ravenirara mulai membuahkan hasil dan jalur yang tertutup itu sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

“Kita tadi lihat jalur ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Memang paling banyak longsoran di jalur ini, sehingga menyulitkan masyarakat ke kota Sentani,” kata George.

Sebelumnya, beberapa kampung yang menghubungkan antara Distrik Ravenirara dengan Distrik Depapre sempat terisolir akibat terputusnya jalur jalan ekonomi di Kampung Yongsu Spari Distrik Ravenirara.

 

Baca Juga3 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang di Paniai

 

Berdasarkan kajian sementara longsor tersebut dipicu oleh adanya aktivitas geologi dan tingginya curah hujan beberapa hari belakangan ini di wilayah tersebut.

Lanjut George mengatakan peninjauan ini untuk mempercepat proses penanganan jalan yang longsor agar akses transportasi masyarakat di beberapa kampung yang menghubungkan Distrik Ravenirara dengan Distrik Depapre tidak terganggu. Selain itu, akses jalan yang sempat terputus itu, sudah diperbaiki oleh swadaya masyarakat setempat.

“Dengan swadaya masyarakat, akhirnya dihimpun langsung oleh kepala kampung mereka sudah bisa berpartisipasi ikut kerjakan jalur yang sempat tertutup itu. Sehingga jalan sedikitnya sudah bisa diperbaiki, walaupun masih banyak jalan yang belum diperbaiki dan butuh penanganan,” ujarnya.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat, agar memberikan perhatian dan partisipasi serta dapat memberikan informasi cepat jika terjadi adanya longsor. Hal ini agar cepat dilakukan penanganan, sebagai langkah antisipasi bencana kepada seluruh warga agar kembali menanam pohon,” katanya.

Sementara itu, Ondoafi Yongsu Spari Yacop Apaserai mengatakan sejak terjadinya bencana longsor yang menutup akses jalan ini, membuat aktifitas warganya lumpuh dan terisolir selama tiga hari.

Dengan bergotong royong, warganya menyingkirkan tanah longsor yang menutupi badan jalan yang menghubungkan beberapa kampung antara Distrik Ravenirara dengan Distrik Depapre. Selain terjadi longsor, juga terjadi bencana banjir yang menerjang dua rumah milik warga setempat. (irf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *